Belajar dari seorang Putra Nababan

Hari ini saya menonton panasonic awards dan sampai pada pemilihan juara pembaca berita favorit, dan akhirnya dimenangkan oleh Putra Nababan. Prestasi dia yang sangat membanggakan adalah saat dia mewawancara presiden Amerika Serikat , Barrack Obama, suatu prestasi yang sangat membanggakan bagi seorang jurnalis. Namun, saya ingat betul kata-kata pertama dia saat mengucapkan terimakasih atas hasil yang dia peroleh, dia mengucapkan terima kasih pada Tuhan Yesus. Ketika saya melihat dan mendengar kata-katanya rasanya hati saya bergetar karena nama Tuhan sudah dimuliakan dan saya yakin kata-kata itu singkat tapi akan mengena pada hati orang-orang yang mendengarnya.
Tuhan berikan saya kesempatan baik kecil maupun besar seperti Putra Nababan berani menjadi saksi bagiMu dimanapun berada dengan prestasi dan bakat yang saya punya.

Tenaga Baru

Akhir-akhir ini saya sangat merasakan kelelahan dengan berbagai kegiatan dan pekerjaan, mulai dari mengajar, pelayanan, tugas di bimbel. Berbagai hal tersebut sangat menguras tenaga dan waktu, membuat saya melupakan saat teduh, terkadang hal ini yang sangat menakutkan saya. Ketika sibuk sudah melanda makan Tuhan adalah pilihan kedua. Tapi saya bersyukur Tuhan selalu menyadarkan saya tepat pada waktunya, karena dalam kesibukan-kesibukan saya merasakan kekosongan. Sebuah kekosongan yang sangat menyakitkan batin dan ketika saya merenungkan hal ini, saya menyadari bahwa saya sudah keluar jalur.
Saya teringat kisah nabi Elia ketika dia merasakan kesibukan yang luar biasa dan setelah itu merasakan kelelahan dan kesepian yang hebat, maka Tuhan meminta dia untuk melambat sejenak, mencari kembali hadiratNya. Mungkin cerita ini sudah sering kita dengar, dan saya pun sempat berpikir demikian, tapi saya sadar bahwa jangan meremehkan teguran dan nasihat Tuhan melalui Roh Kudus dalam hati kita. Dan ketika semakin saya renungkan , membuat saya menyadari kalau saya tidak cepat berubah kembali ke jalur yang sebenarnya mungkin saya akan terbiasa dengan kekosongan ini, mengalami kemunduran rohani,dan mati. Ketika semua itu sudah terjadi maka bisa dikatakan sudah terlambat karena saya sudah keenakan jatuh dalam kekosongan itu.
Terkadang kehidupan yang dijalani begitu melelahkan dan seperti nabi Elia , saya pun merasakan putus asa dan merasa ingin mati saja, tapi sekali lagi Tuhan selalu memberikan pertolongan tepat pada waktunya bagi orang-orang yang mau berseru kepadaNya.
Dan selain itu, melalui semua hal yang terjadi seharusnya kita makin bertumbuh dan bersandar kepada Nya.

Dari Hati Tetaplah yang Terbaik

Saya belajar dari salah satu teman terbaik saya, Eka , dia berkarir di dunia musik. Menurut saya dunia ini bukanlah dunia yang mudah dipahami karena begitu kerasnya persaingan. Beberapa hari ini dia bercerita tentang band nya yang sedang merintis karir, dan jujur saja karya musik mereka tidak kalah dengan band-band yang sudah terkenal, tinggal masalah ketekunan dan keberuntungan saja. Namun, ada hal menarik dari kisah teman saya ini, salah satu karya musik mereka berjudul Ku Akan Menanti adalah yang terbaik bagi saya, karena saya tahu karya ini benar-benar dari hati si pencipta lagu ini. Bukan saya saja yang suka tapi juga orang-orang yang mendengar menyukai lagu ini karena mempunya kekuatan dalam lagu ini.
Saya belajar dari kisah Eka, sebuah karya tidak akan sempurna bila tidak mengandung hati dari si penciptanya dan karya yang berasal dari hati tetaplah yang terbaik. Sebuah karya tidak akan bermakna bila hanya sekedar dibuat tanpa disertai dari hati si pembuat karya.
Ketika saya merenungkan hal ini membuat saya mengingat Pencipta saya, Dia tentu membentuk saya benar-benar dengan hatiNya sehingga setiap hasil karyaNya adalah selalu yang terbaik. Terima kasih untuk kasihNya yang menciptakan saya secara spesial.

Sebuah Awal

Sebuah awal sebagai judul yang tepat untuk blog yang kesekian kalinya. Mudah-mudahan blog ini adalah pertama terjujur karena semua blog yang dibuat selalu mempunyai motivasi yang tidak benar seperti untuk cari uang, tidak berasal dari hati setiap ceritanya.
Selain itu, melalui blog ini saya sangat berharap bisa berbagi setiap cerita, setiap pengetahuan, setiap bagian hidup saya karena setiap bagian hidup terlalu berharga untuk hilang dari ingatan.

Salam damai,
Julham Effendi


 
Copyright © Berbagi Cerita - Blogger Theme by BloggerThemes & freecsstemplates - Sponsored by Internet Entrepreneur