Akhir-akhir ini saya sangat merasakan kelelahan dengan berbagai kegiatan dan pekerjaan, mulai dari mengajar, pelayanan, tugas di bimbel. Berbagai hal tersebut sangat menguras tenaga dan waktu, membuat saya melupakan saat teduh, terkadang hal ini yang sangat menakutkan saya. Ketika sibuk sudah melanda makan Tuhan adalah pilihan kedua. Tapi saya bersyukur Tuhan selalu menyadarkan saya tepat pada waktunya, karena dalam kesibukan-kesibukan saya merasakan kekosongan. Sebuah kekosongan yang sangat menyakitkan batin dan ketika saya merenungkan hal ini, saya menyadari bahwa saya sudah keluar jalur.
Saya teringat kisah nabi Elia ketika dia merasakan kesibukan yang luar biasa dan setelah itu merasakan kelelahan dan kesepian yang hebat, maka Tuhan meminta dia untuk melambat sejenak, mencari kembali hadiratNya. Mungkin cerita ini sudah sering kita dengar, dan saya pun sempat berpikir demikian, tapi saya sadar bahwa jangan meremehkan teguran dan nasihat Tuhan melalui Roh Kudus dalam hati kita. Dan ketika semakin saya renungkan , membuat saya menyadari kalau saya tidak cepat berubah kembali ke jalur yang sebenarnya mungkin saya akan terbiasa dengan kekosongan ini, mengalami kemunduran rohani,dan mati. Ketika semua itu sudah terjadi maka bisa dikatakan sudah terlambat karena saya sudah keenakan jatuh dalam kekosongan itu.
Terkadang kehidupan yang dijalani begitu melelahkan dan seperti nabi Elia , saya pun merasakan putus asa dan merasa ingin mati saja, tapi sekali lagi Tuhan selalu memberikan pertolongan tepat pada waktunya bagi orang-orang yang mau berseru kepadaNya.
Dan selain itu, melalui semua hal yang terjadi seharusnya kita makin bertumbuh dan bersandar kepada Nya.