Hidup dengan kepalsuan, sebuah hidup yang mungkin kita semua sedang jalani. Apa maksud dengan kepalsuan ini? Bagi saya sebuah kepalsuan hidup dimulai dengan kata-kata dan perbuatan yang tidak sejalan, dan sikap hidup yang dapat terlihat orang berbeda sekali ketika dalam kesendiriannya. Sebuah contoh bagi saya, seorang Bijak pernah mengatakan ketika kita melihat seseorang wanita dan menginginkannya, kita sudah berbuat zinah, dan saya sendiri berpikir keras tentang kalimat ini. Sebuah hidup yang otentik ternyata dimulai dari hal-hal sederhana yaitu pikiran, seperti contohnya kata-kata dari sang Bijak tentang pikiran kita, bahkan jaman sekarang orang sangat suka sekali memperhatikan hal-hal yang kelihatan baik saja dan instan namun di balik semuanya itu adalah sebuah kepalsuan. Sudah sering mendengar tokoh-tokoh besar yang harus jatuh karena hidup dalam kepalsuannya terbongkar.
Sebuah pengalaman bagi saya tentang hidup kepalsuan adalah sebagai seorang pria sudah tentu sangat sulit untuk mengendalikan hal-hal yang berbau seksual dan jatuh-jatuhnya pada masturbasi. Sebagai seorang aktivis rohani, batin saya sangat menderita karena saya seperti hidup di 2 dunia berbeda ketika di dunia saya yang terlihat orang-orang, saya seperti orang yang suci dan dekat dengan Tuhan, tetapi ketika dalam dunia sendiri saya, semua sangat berbeda dan hal ini sangat membuat saya depresi dan merasa mau mati saja. Apakah saudara pernah mengalaminya? Namun, sejalan dengan waktu, saya selalu belajar bahwa hidup adalah perubahan, tinggal memilih mau berubah menjadi hidup yang asli (otentik) atau hidup yang penuh kepalsuan dan memakai topeng.
Sehingga ketika kita dihadapkan dengan situasi yang meminta pertanggung jawaban atas perbuatan kita selama di dunia, kita berani untuk mengatakan " Periksalah seluruh kehidupanku, karena aku tahu aku hidup dengan keaslian antara kata-kata,perbuatan dan pengetahuan."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar